May 19, 2013


keutamaan do'a. Perkara do'a dalam Islam sangat agung, posisi dan tempatnya adalah posisi tertinggi. Karena do'a adalah ibadah yang paling mulia, keta'atan yang paling agung dan pendekatan diri kepada Allah ta’ala yang paling bermafa'at, oleh karena itu terdapat banyak nash dalam kitab Allah ta’ala (al-qur'an) dan sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam yang menjelaskan keutamaan do'a, pujian pada kedudukannya, serta agungnya perkara do'a yang mendorong dan menganjurkan untuk melaksanakan do’a. Keterangan dari nash-nash yang menjelaskan keutamaan do'a ini bermacam-macam, pada sebagian nash terdapat perintah dan anjuran untuk berdo'a, pada sebagian yang lain terdapat peringatan dari meninggalkan do'a dan bersikap sombong dengan tidak berdo'a. Pada sebagian nash yang lain disebutkan besarnya pahala dan balasan di sisi Allah ta’ala. Pada sebagian nash terdapat pujian bagi orang-orang mukmin karena mereka berdo'a dan sanjungan bagi mereka karena menyempurnakan do'a, dan bermacam-macam keterangan lainnya yang terdapat dalam al-qur'an tentang agungnya keutamaan do'a.
Bahkan Allah subhanahu wata’ala mengawali dan mengakhiri kitabNya yang mulia (al-Qur'an) dengan do'a. surat (alhamdu) al-fatihah yang merupakan pembuka al-Qur'an terdapat di dalamnya do'a kepada Allah ta’ala dengan permintaan yang paling tinggi dan tujuan yang sempurna yaitu meminta kepada Allah subhanahu wata’ala petunjuk kepada shirathal mustaqim (jalan yang lurus) dan meminta pertolongan agar bisa senantiasa melaksanakan ibadah dan keta'atan kepada-NYA. Dan pada surat (an-Nas) yang merupakan penutup al-qur'an, terdapat di dalamnya do'a kepada Allah subhanahu wata’ala yang meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala dari kejahatan bisikan setan dari golongan jin dan manusia yang membisikan pada dada manusia. Tidak diragukan lagi, pembukaan dan penutupan al-Quran dengan do'a merupakan bukti agungnya perkara do'a, dan bahwasanya do'a adalah ruh dan inti semua ibadah. Bahkan Allah jalla wa 'ala menamakan do'a dengan ibadah pada banyak ayat dalam al-Qur'an yang menunjukkan agungnya kedudukan do'a, seperti firman Allah ta’ala : ﭽ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭼ غافر: ٦٠ dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".(Q.S. Al-Ghafir : 60) Dan seperti firman Allah subhanahu wata’ala ketika menceritakan tentang nabi-Nya Ibrahim ‘alaihi wa sallam: ﭽ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﭼ مريم: ٤٨ - ٤٩ dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, Mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku". Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. dan masing-masingnya Kami angkat menjadi Nabi. (Q.S.Maryam : 48-49) Allah juga menyebut do'a dengan ibadah, sebagaimana dalam firmannya : ﭽ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﭼ غافر: ١٤ Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).(Q.S. Al-Ghafir : 14) Semua ayat di atas menjelaskan agungnya perkara do'a, dan bahwasanya do'a adalah dasar dan ruh dari beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dan merupakan salah satu bentuk merendahkan diri, tunduk dan lemah di hadapan Tuhan, serta menunjukkan bahwa kita butuh kepada-Nya. Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala menganjurkan dan memotivasi hambaNya untuk berdo'a yang terdapat pada banyak ayat dalam al-qur'an. Allah ta'ala berfirman : ﭽ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﭼ الأعراف: ٥٥ - ٥٦ Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-A’raf : 55-56). Dan juga firmanNya : ﭽ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﭼ غافر: ٦٥ Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; Maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. ( Q.S. Ghafir: 65) Allah subhanahu wata’ala juga memberitahukan (untuk memotivasi hamba-Nya berdo'a) bahwasanya Allah subhanahu wata’ala itu dekat dengan mereka dan senantiasa mengabulkan do'a mereka, mewujudkan keinginan mereka, dan memberikan setiap apa yang mereka minta, firman Allah ta'ala : ﭽ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﭼ البقرة: ١٨٦ dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al-Baqarah: 186) Dan juga firman ta'ala : ﭽ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡﯢ ﯣ ﯤ ﯥﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﭼ النمل: ٦٢ atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain untuk diibadati)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (Q.S. Al-Naml: 62) Oleh karena itu, apabila seorang hamba besar pengetahuannya dan kuat hubungannya dengan Allah subhanahu wata’ala maka do'anya akan lebih mulia dan rasa hina di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah. Karena hal inilah para nabi dan rasul adalah manusia yang paling besar kemungkinan terwujud dan terkabulkan apa yang mereka do'akan dalam berbagai kondisi dan urusan mereka. Allah telah memuji mereka di dalam al-qur'an dengan hal tersebut dan menyebutkan do'a-do'a mereka pada berbagai macam kondisi. Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang sifat para nabi dan rasul : ﭽ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﭼ الأنبياء: ٩٠ Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami. (Q.S. Al-Anbiya’: 90) Di antara do'a para nabi sebagaimana yang disebutkan Allah subhanahu wata’ala tentang nabinya ibrahim as ketika ia berdo'a : ﭽ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﭼ إبراهيم: ٣٩ - ٤١ segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan Kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". (Q.S. Al-Ibrahim: 39-41) Allah ta’ala juga menyebutkan do'a nabiNya Nuh as ketika meminta pertolongan kepada Robbnya dari kedustaan dan perlawanan kaumnya, maka Allah ta’ala berfirman : ﭽ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﭼ القمر: ٩ - ١٤ sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan Dia sudah pernah diberi ancaman).10. Maka Dia mengadu kepada Tuhannya: "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku).". Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, Maka bertemu- lah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai belasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). (Q.S.Al-Qamar, 9-14) Allah ta’ala juga menyebutkan do'a nabinya ayyub as ketika menderita penyakit, maka Allah ta’ala berfirman : ﭽ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭼ الأنبياء: ٨٣ - ٨٤ 83. dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang".84. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Q.S.Al-Anbiya’ : 83-84) Dan Allah ta’ala juga menyebutkan do'a nabinya yunus as ketika ia ditelan ikan yang besar, kemudian ia berdo'a kepada Allah ta’ala di dalam perut ikan yang berada di dasar lautan. Kemudian Allah ta’ala mengabulkan do'anya, maka Allah ta’ala berfirman : ﭽ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﭼ الأنبياء: ٨٧ - ٨٨ 87. dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam Keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam Keadaan yang sangat gelap : "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim."88. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. dan Demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Q.S.Al-Anbiya’ : 87-88) Demikianlah orang yang senantiasa memperatikan al-qur'an, ia akan mendapatkan banyak sekali di dalamnya do'a-do'a dan permintaan-permintaan para nabi kepada tuhannya, serta aduan para nabi tentang semua kondisi mereka kepada tuhannya. Sebagaimana Allah ta’ala telah mensifati para nabi tentang do'a dan memuji mereka pada terwujudnya do'a mereka, Allah ta’ala juga mensifati seperti itu orang-orang mu'min yang jujur dan hamba-hamba Allah ta’ala yang shalih. Allah ta'ala berfirman : ﭽ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﭼ السجدة: ١٦ - ١٧ lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.17. tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Sajadah: 16-17) Dan firman Allah ta'ala : ﭽ ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚﭛ ﭼ الكهف: ٢٨ dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya (Q.S.Al-Kahfi: 28) Dan Allah ta’ala berfirman tentang sifat penduduk sorga ketika mereka masuk ke dalam sorga dengan keselamatan orang-orang yang beriman : ﭽ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﭼ يونس: ٩ - ١٠ di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. 10. Do'a mereka di dalamnya Ialah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka Ialah: "Salam". dan penutup doa mereka Ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin". (Q.S.Yunus: 9-10) Do'a adalah ruh agama islam, bekal bagi orang-orang beriman yang bertaqwa dan salah satu bentuk dari rasa rendah diri, takut dan lemah. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala menjadikan kita orang-orang yang senantiasa berdo'a, sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala maha mendengar, maha mengabulkan do'a.
Categories:

1 comment: